Hari Senin,  20 November 2017, seluruh ketua kelompok tani dan ketua Gabungan Kelompok Tani diundang ke balai desa untuk mengikuti musyawarah yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sidamukti  Bapak Dharsono.  Pada acara yang berlangsung dari pukul 10.00 – 12.00 WIB ini,  Bapak Kades menghimbau agar setiap kelompok tani mengajak anggotanya untuk memulai kegiatan pertanian.  Dimulai bulan ini para petani harus sudah mulai melakukan penebaran karena daerah lain malah sudah mulai menanam padi. Dalam kesempatan ini Bapak Kades juga membicarakan masalah traktor. Beliau menjelaskan bahwa tiga traktor yang sudah ada di kelompok tani bukan bantuan tetapi pinjaman dari dinas pertanian untuk kelompok tani,  hanya selama pengolahan tanah, kurang lebih 60 hari.  Setelah itu harus dikembalikan, karena ada bon pinjamnya.  Adanya traktor-traktor dari Dinas Pertanian tersebut bermula dari salah satu warga yang mendapat informasi bahwa Dinas Pertanian bisa meminjamkan traktor. Ketika beliau mengajukan langsung permohonan pinjaman ke Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, pihak Dinas menolak.  Mereka menyarankan agar yang meminjam adalah Kepala Desa,  karena pemerintah desalah yamg berbadan hukum.  Pada akhirnya yang meminjam traktor ke dinas adalah kepala desa dan yang meminjamkan ke kelompok tani adalah kepala desa.  Pada saat itu Bapak Kepala Desa berhasil meminjam 3 unit traktor.  Jumlah tersebut tentu saja jauh dari cukup,  karena ada 20 kelompok tani di Desa Sidamukti.  Jika nanti kelompok tani ada yang berminat, siapkan anggaran untuk meminjam traktor. Dana tersebut untuk nembeli materai, biaya perjalanan,  dan sewa mobil untuk membawa traktor. Bukan cuma traktor,  kita juga dapat meminjam alsintan yang lain seperti trasher atau perontok padi, tank,  dan kompor tikus.