Hari Kamis, 5 Desember 2019, Pemerintah Desa Sidamukti menyelenggarakan Penyuluhan Pendidikan. Acara yang diadakan di Balai Desa Sidamukti ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala PAUD dan TK yang berada di Desa Sidamukti, Tutor PAUD, guru TK, dan para wali murid TK dan PAUD yang berada di Desa Sidamukti.

Acara ini dibuka oleh Kepala Desa Sidamukti yang diwakili oleh Kasie Pemerintahan Bapak Dedi Tarsono, S.E. yang berharap semoga acara tersebut bermanfaat bagi semuanya.

Narasumber pertama adalah Ibu Dewi Masithoh, S.AUD. yang merupakan Kepala TK Al Hidayah Sidamukti. Beliau menyampaikan materi tentang Kurikulum Terbaru yaitu Kurikulum 2013. Menurut beliau, pendidikan anak usia dini dimulai sejak lahir hingga usia 6 tahun. Kelompok usia 0-2 tahun dimasukkan ke dalam TPA, 2-4 tahun dimasukkan ke dalam Kelompok Bermain, dan usia 4-6 tahun dimasukkan ke dalam TK, RA, dan Bustanul Athfal. Mengacu pada Standard Pendidikan Nasional, ada indikator pencapaian kompetensi siswa berdasarkan usia. Pelaksanaan belajar mengajar dari sekolah bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada.

Narasumber yang kedua adalah Sri Sugiyanto, S.H., M.Psi. seorang psikolog yang juga merupakan Pimpinan Biro Psikologi NAURA ABADI. Menurut beliau, setiap anak dilahirkan dengan karakter yang berbeda sehingga pola asuh yang diberikan juga berbeda. Untuk memasukkan anak ke sekolah harus disesuaikan, kapan anak masuk TK, SD, SMP, SMA. Mempersiapkan anak untuk memasuki sekolah, jangan asal bisa calistung, sesuaikan usia. Ada tes kematangan, khusus untuk anak masuk SD, sudah siap atau belum, karena ternyata anak-anak yang bermasalah adalah anak-anak yang terlalu cepat masuk SD. Beliau memberikan tips yaitu cara menangani anak hiperaktif di sekolah. Untuk anak yang hiperaktif, setengah jam di luar sekolah untuk menghabiskan energinya, jadi di kelas minimal anak mau duduk. Sedangkan penanganan anak yang pasif, harus sering dipanggil namanya. Beliau juga menyampaikan cara menasehati anak yaitu pada saat 15 menit mulai tidur, jangan panjang-panjang, bukan ceramah, dan dipanggil namanya.