+1 234 567 8

pemdes@sidamukti.desa.id

Permohonan Online

Anda dapat mengajukan secara permohonan online

Produk Warga

Jelajahi produk lokal buatan dari para warga kami untuk Anda

Lapor/Aduan/Saran

Anda dapat melaporkan aduan dan memberi saran maupun kritik

Cilacap, (5 Februari 2025) – Kekhawatiran warga Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, kembali mencuat akibat kondisi tanggul Sungai Citanduy yang semakin kritis. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sidamukti,SUTRISNO saat rapat kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap yang digelar di Pendopo Balai Desa Sidamukti, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sidamukti menyampaikan bahwa kondisi tanggul di Dusun Penyeretan Komplek Makam sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga desa, terutama saat musim hujan tiba. Menurutnya, jika tidak segera mendapatkan penanganan, potensi banjir besar dapat mengancam permukiman serta lahan pertanian warga yang menjadi sumber penghidupan utama bahkan 3 desa tetangga (rawaapu, purwadadi dan patimuan)  ikut terdampak.

“Tanggul ini kondisinya sudah kritis. Jika tidak segera diperbaiki, banjir besar bisa melanda desa kami. Warga merasa was-was setiap kali hujan deras turun, karena air sungai hampir meluap,” ungkap Kepala Desa Sidamukti di hadapan anggota Komisi C DPRD Cilacap. Hadir pada kunjungan kerja tersebut, Ketua Komisi dari Partai Golkar Mitra Patriasmoro, Harun Arrasyid (Partai Demokrat), Minto (Partai Nasdem), Sri Satini Al Nyai (PDIP), Kiki Anggoro (Gerindrra), Nursito Aji (PKS), dan Syaiful Musta’in dari PKB.

Keluhan tersebut langsung ditanggapi oleh perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Kepala BBWS Citanduy menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan di lapangan dan mengakui bahwa kondisi tanggul memang membutuhkan perbaikan segera. Ia berjanji akan mengupayakan percepatan perbaikan tanggul melalui koordinasi dengan instansi terkait serta pengajuan anggaran perbaikan.

“Kami sudah melakukan survei lapangan dan memahami situasi yang terjadi. Perbaikan tanggul ini menjadi prioritas kami. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk percepatan penanganan,” ujar Kepala BBWS Citanduy Dr. Ir. Elroy Koyari, ST,. MT. Langkah yang akan dilakukan yakni; 1. Pembuatan Drainase dan 2 Penanganan Darurat; membuat bronjong melalui Media Geobag Tanah dan Crucug Bambu dengan metode pengawasan langsung oleh BBWS Banjar mengingat aokasi anggaran kementerian untuk BBWS refokusing hanya 29 T dari 140 T tahun lalu, itupun sampai saat ini belum ada anggaran yang turun sehingga menurut beliau sementara ada 60 karyawan dirumahkan sementara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap turut menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh upaya perbaikan tanggul tersebut. Ia juga menyampaikan rencana mitigasi bencana yang akan diterapkan untuk meminimalisasi dampak jika terjadi banjir.

“Kami memahami penuh suasana keresahan warga bahkan permasalahan alokasi anggaran kementerian yang terjun bebas, tetapi tetap akan mendukung langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan tanggul. Selain itu, kami juga sedang menyiapkan langkah antisipasi bencana bersama Pihak BPBD agar warga bisa lebih siap jika terjadi situasi darurat,” jelas Kepala Dinas PSDA Kabupaten Cilacap.

Rapat yang berlangsung selama beberapa 1 (satu) jam tersebut diakhiri dengan komitmen bersama dari semua pihak untuk segera mengambil langkah konkret. Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap berjanji akan mengawal proses penganggaran dan memastikan perbaikan tanggul masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Bersama Camat Patimuan, Forkompimcam dan Rekan Media hadir menyaksikan rapat tersebut, kemudian setelah rapat ditutup peserta yang hadir, membersamai rombongan komisi C menyempatkan survei lokasi terdampak di panyeretan.

Warga Desa Sidamukti berharap keluhan yang disampaikan dalam rapat ini dapat segera direspons dengan tindakan nyata. Mereka meminta pemerintah dan instansi terkait untuk tidak menunda-nunda perbaikan, mengingat potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya janji,” ujar salah satu warga Desa Sidamukti.

Dengan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan permasalahan tanggul kritis ini segera mendapatkan solusi, sehingga warga Sidamukti bisa kembali hidup dengan rasa aman dan tenang, terutama saat musim hujan. Semoga segera tertanggulangi. Aaamiin.