Pemerintah Desa Sidamukti menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Perikanan dan Peternakan pada hari Rabu, 26 September 2018. Acara ini deselenggarakan di Balai Desa Sidamukti dan dimulai dari pukul 09.30 WIB. Acara dibuka oleh Kepala Desa Sidamukti, Dharsono dengan pemateri Budiatmaka, yang memberikan materi tentang peternakan, dan Dian Herlambang, yang memberikan materi tentang perikanan. Acara ini diikuti oleh Kelompok Pemuda (Karang Taruna), Kelompok Nelayan, dan Kelompok Peternak yang ada di desa Sidamukti.

Kepala Desa Sidamukti mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan berharap semoga para narasumber dapat memberikan pencerahan kepada peserta. Menurut beliau, setelah dilarangnya penyetruman ikan, para pencari ikan tidak kehabisan ikan. Beliau mengajak warga untuk mendukung program pemerintah demi kepentingan bersama. Beliau juga menganjurkan para kelompok peternak untuk meminta bantuan kepada pemerintah agar dapat mengembangkan usaha peternakannya sehingga menambah pendapatan, baik pendapatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Dan pada kesempatan ini pula beliau memohon maaf kalau sebagai Kepala Desa dalam memimpin desa Sidamukti ada kesalahan karena sebentar lagi ada pergantian Kepala Desa.

Sementara Bapak Budiatmaka, Koordinator PPL Kecamatan Patimuan, memberikan apresiasi kepada desa Sidamukti, karena desa Sidamukti adalah satu-satunya desa yang rutin mengadakan bimbingan teknis di bidang pertanian. Sebagai Koordinator PPL, dukungan diperlukan dari para warga sebagai Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, dan Kelompok baru yang seharusnya dibentuk, yaitu Kelompok Pemuda Tani. Para Kelompok tersebut bisa meminta konsultasi pertanian ke kantor maupun ke rumah.

Pemateri Perikanan, Dian Herlambang. menyampaikan bahwa ada 3 azas kelautan, yaitu kedaulatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. tujuannya agar terjaga kelestarian laut. Pada tahun lalu, budidaya lele dengan kolam terpal telah dicoba oleh Kelompok Pemuda. Pemilihan lele karena budidaya lele sederhana, lele bisa beradaptasi dengan kondisi air yang buruk.

Cara membuat kolam terpal :

  1.  Ratakan tanah, usahakan agak miring ke samping untuk memudahkan pembuangan air
  2. Pasang pagar bambu
  3. Pasang terpal
  4. Masukkan air untuk mencuci terpal
  5. Masukkan cacahan batang pisang
  6. Jangan lupa ditebari pupuk, untuk menumbuhkan pakan alami. Air yang sudah dimasukkan jangan langsung ditebari ikan, tetapi diendapkan selama 3 hari. Sebelum dipasang terpal, bawahnya ditaburi arang sekam untuk menjaga suhu kolam
  7. Air sudah siap, ditebari ikan dengan ketinggian 30 cm

Macam-macam pelet :

  1. Pelet halus, protein rendah, lemak tinggi,untuk lele
  2. Pelet FF 999, kecil tapi lebih besar daripada pelet halus, protein tinggi,lemak rendah, untuk ukuran 4-6 cm
  3. Pelet -1, -2, -3. Pelet berukuran besar, lemaknya lebih tinggi dari kandungan protein. Pemberiannya 3 % dari bobot tubuh ikan.

Kelompok Perikanan berbeda dengan Kelompok Pertanian

  1. KUB = Kelompok Usaha Bersama = suatu bentukan kelompok yang anggotanya ne;ayan
  2. Pokdakan = Kelompok Pembudidaya Ikan
  3. Poklahsar = Kelompok Masyarakat Pengolah dan Pemasar Ikan
  4. Kugar = Kelompok Usaha Garam
  5. Pokmaswas = Kelompok Masyarakat Pengawas = suatu kelompok yang bertujuan untuk mengawasi kegiatan perikanan juga menganjurkan kegiatan budidaya ikan

Peraturan Pengajuan Proposal Perikanan

  1. Ditujukan ke instansi masing-masing, diketahui Kepala Desa dan ditandatangani Camat. Unsur-unsurnya adalah Surat Permohonan, Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Hasil yang Diharapkan, Lokasi, Waktu, Data Umum Kelompok, Alamat, Data Pengurus, Penutup, Lampiran, yang meliputi Surat Pernyataan Tanggung Jawab, Keterangan Domisili, Fotokopi KTP, Surat Penetapan Kelompok, Foto Dokumentasi Kegiatan, Peta Wilayah.
  2. Diketik, rangkap dua
  3. dikirim kepada Bupati Cilacap
  4. tembusan dikirim ke Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Cilacap

Ada Kartu Kusuka dan Asuransi Nelayan, para nelayan diharapkan untuk memanfaatkannya.

Pemateri Peternakan, Budiatmaka, menyampaikan bahwa usaha ternak harus disesuaikan dengan keadaan dan potensi yang ada di Desa Sidamukti. Peternakan terbagi menjadi dua, ada ternak besar, misalnya sapi, kerbau, kambing, dan ternak kecil, misalnya ayam dan bebek.

Dalam beternak sapi, tidak boleh menyembeleh sapi betina. Yang perlu diperhatikan adalah kandang yang harus bersih dan masa kawin sapi. Begitu juga dengan kambing. Dalam peternakan, harus dijaga dari penyakit yang kadang menimpa hewan ternak, seperti flu burung pada ayam, dan scabies pada kambing. Jadi sekali lagi, jaga kebersihan lingkungan kandang.