Notice: Undefined index: replace_iframe_tags in /home/sidamukti/domains/sidamukti.desa.id/public_html/wp-content/plugins/advanced-iframe/advanced-iframe.php on line 1052

Sabtu, 29 Juli 2023 – Carike

Budaya kuliner tradisional sering menjadi media untuk menyebarkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di masyarakat. Di Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, bubur sura telah menjadi simbol kebersamaan dan berkah yang menyebar ke seluruh penjuru wilayah. Tradisi bubur sura, yang awalnya berasal dari Desa Kedungsalam, kini telah menjadi ajang untuk menyatukan hati dan menumbuhkan semangat gotong royong di antara warga Sidamukti.

Bubur Sura: Sebuah Tradisi Berbagi

Bubur sura merupakan tradisi adat khas masyarakat Desa Kedungsalam, Sidamukti, Patimuan, yang diadakan sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan usai panen raya. Tradisi ini biasanya diadakan dalam momen-momen istimewa, seperti perayaan hari besar agama, peringatan peristiwa penting, atau acara adat adat lainnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini telah berkembang dan menyebar ke seluruh wilayah Sidamukti, menjadi ajang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara warga.

Makna dan Simbolisme

Bubur sura bukan sekadar hidangan biasa, tetapi menyimpan makna dan simbolisme yang mendalam. Bubur yang disajikan dalam tradisi ini mengandung beragam bahan, seperti beras, ketan, kacang hijau, dan kelapa parut. Bubur ini sering kali disajikan dalam takir atau tempat besar yang dihias dengan daun-daun segar dan bunga-bunga, sebagai simbol kesuburan dan keberkahan.

Makna dari bubur sura meliputi rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, rasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, dan ungkapan terima kasih kepada sesama. Selain itu, bubur sura juga menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan di antara seluruh warga, tanpa terkecuali. Dalam semangat gotong royong, warga bersama-sama mempersiapkan dan menyajikan bubur sura, menjadikannya momen kebersamaan yang berharga.Bubur sura sidamukti

Menyebar ke Seluruh Sidamukti

Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi bubur sura telah menyebar ke seluruh wilayah Sidamukti, Patimuan, Cilacap. Tradisi ini tidak lagi terbatas hanya di Desa Kedungsalam, tetapi telah menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan bagi seluruh warga Sidamukti. Di berbagai acara dan perayaan, warga saling mengundang satu sama lain untuk berbagi dalam tradisi bubur sura.

Tradisi bubur sura yang menyebar ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya dan tradisi lokal dapat memperkuat tali persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di masyarakat. Melalui tradisi ini, warga Sidamukti belajar untuk saling menghargai, bekerja sama, dan membantu sesama. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi bagian dari identitas budaya di Sidamukti, menghadirkan kedamaian dan kehangatan di antara masyarakat.

Menginspirasi Generasi Muda

Berkahnya bubur sura yang menyebar ke seluruh Sidamukti telah menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang mereka. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, generasi muda belajar untuk menjaga nilai-nilai luhur dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Kesimpulan

Bubur sura merupakan tradisi berbagi dan kebersamaan yang menyebar ke seluruh Sidamukti, Patimuan, Cilacap. Tradisi ini menyimpan makna syukur, persaudaraan, dan kebersamaan di antara warga. Melalui semangat gotong royong, bubur sura telah menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi lokal. Dengan keberkahan tradisi bubur sura, Sidamukti semakin menjadi komunitas yang kuat dan solid, siap menghadapi masa depan yang lebih baik.