Notice: Undefined index: replace_iframe_tags in /home/sidamukti/domains/sidamukti.desa.id/public_html/wp-content/plugins/advanced-iframe/advanced-iframe.php on line 1052

Masih BUbur SUra Kedungsalam Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan perkotaan, nilai-nilai kebersamaan dan berbagi masih sangat dihargai dan dijaga oleh masyarakat pedesaan. Di Dusun Kedungsalam Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, terdapat tradisi kuliner yang menggambarkan semangat kebersamaan dan persatuan. Tradisi ini dikenal dengan sebutan “Bubur Sura,” sebuah acara adat di mana warga berbagi dan menyantap hidangan bubur bersama, melampaui batas kelompok dan latar belakang sosial.

Mengenal Bubur Sura

Bubur Sura adalah tradisi berbagi makanan bubur yang menjadi ciri khas masyarakat Dusun Kedungsalam. Tradisi ini biasanya diadakan pada momen-momen istimewa, seperti perayaan hari besar agama, peringatan peristiwa penting, atau acara adat adat lainnya. Namun, tidak jarang juga Bubur Sura diadakan secara spontan, sebagai ungkapan rasa syukur atau kegembiraan atas berbagai hal yang membahagiakan seluruh warga.

Simbolisme dan Makna

Bubur Sura bukan sekadar kuliner biasa, tetapi sarat dengan simbolisme dan makna yang mendalam. Bubur yang disajikan dalam tradisi ini terbuat dari bahan-bahan yang beragam, seperti beras, ketan, kacang hijau, dan kelapa parut. Bubur Sura sering dihidangkan dalam takir atau tempat besar yang dipercantik dengan hiasan daun kelapa atau daun pisang.

Bubur Sura melambangkan kebersamaan dan persatuan di antara seluruh warga desa. Ketika masyarakat berkumpul untuk menyantap bubur bersama, tidak ada batasan antara yang kaya dan miskin, tua dan muda, semua menjadi satu dalam ikatan persaudaraan. Tradisi ini juga menjadi perwujudan dari gotong royong dan saling membantu yang merupakan ciri khas budaya masyarakat Jawa.

Menghidupkan Tradisi Berbagi

Bubur Sura merupakan upaya untuk menghidupkan tradisi berbagi dan saling peduli di tengah kesibukan dan modernisasi zaman. Dalam tradisi ini, warga saling membantu dalam persiapan bubur, dari mencuci beras, menggiling ketan, hingga menyajikan hidangan kepada semua warga yang hadir. Semangat gotong royong dan berbagi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat solidaritas dan hubungan sosial di masyarakat Dusun Kedungsalam.

Menyebarkan Nilai-nilai Luhur Warisan Leluhur

Melalui tradisi Bubur Sura, masyarakat Dusun Kedungsalam berusaha untuk menyebarkan dan melestarikan nilai-nilai luhur dari warisan leluhur mereka. Acara ini menjadi moment penting bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai nilai-nilai tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas dan budaya mereka.

Kesimpulan

Bubur Sura adalah tradisi kuliner berbagi yang menjadi ciri khas masyarakat Dusun Kedungsalam, Sidamukti, Patimuan, Cilacap. Lebih dari sekadar hidangan, bubur ini mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur. Melalui tradisi ini, masyarakat Kedungsalam berusaha untuk memperkuat ikatan sosial dan memperkokoh semangat gotong royong, serta menyebarkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Bubur Sura menjadi warisan budaya yang patut diapresiasi dan dilestarikan, sebagai bagian dari kekayaan kuliner dan tradisi berbagi Indonesia.Bubur Sura Kedungsalam